Senin, 07 Oktober 2013

Tips Menghilangkan Rasa Gugup



Presentasi dimulai 5 menit lagi. Anda ditunjuk sebagai pembicara utama yang akan berbicara terus menerus selama lebih dari setengah jam. Kini Anda tengah duduk di belakang layar dengan tangan gemetar ...
Tidak hanya dalam kondisi seperti itu saja. Bertemu dengan orang yang belum pernah bertatap muka sebelumnya atau mungkin tampil di depan kamera sebagai pembicara tentunya akan memicu rasa gugup yang timbul dari dalam diri Anda.
Masalahnya adalah, rasa gugup itu biasanya mengganggu gaya bicara Anda dan ekspresi Anda yang mungkin saja bisa menjadi hal yang memalukan ketika disaksikan banyak orang. Agar rasa gugup itu tidak mengganggu, maka Anda harus mencoba menghilangkan rasa gugup itu sedini mungkin.
Baik langsung saja, berikut beberapa tips menghilangkan rasa gugup :
1.      Senyum
Beberapa psikolog yang pernah saya ajak bicara berkata bahwa senyum adalah salah satu cara merilekskan diri. Memang senyum tidak akan menghilangkan gugup sepenuhnya, tapi setidaknya akan menguranginya.
2.      Tarik Nafas
Tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan. Lakukan aktivitas ini berulang-ulang untuk membantu menenangkan detak jantung yang terlalu cepat.
3.      Persiapan
Tentu saja. Persiapan yang matang akan menambah kepercayaan diri Anda dan mengurangi rasa gugup Anda. Lakukanlah persiapan sebaik mungkin agar hasilnya maksimal. Manfaatkan waktu yang ada meski sesedikit apapun untuk latihan. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat melakukan latihan / persiapan :
ü Apa yang akan Anda lakukan
Latihlah apa yang akan Anda lakukan. Ini adalah poin utama yang harus diutamakan pada saat melakukan latihan. Jika sudah lancar, maka silakan lanjutkan ke poin berikutnya.
ü Latihan Improvisasi
Bayangkan bahwa itu bukanlah latihan. Bayangkan ketika Anda tengah presentasi nanti akan ada orang yang menyela pembicaraan Anda. Persiapkan diri apa yang harus Anda lakukan saat itu dan apa yang harus Anda katakan saat itu. Jika poin ini sudah lancar, silakan baca poin berikutnya.
ü Apa hal buruk yang akan terjadi
Pikirkan hal buruk apa yang sekiranya akan terjadi, bagaimana caranya menghindari hal buruk tersebut, dan apa yang akan Anda lakukan jika hal buruk itu benar-benar terjadi. Misalkan saja Anda tidak terbiasa menggunakan alas kaki high heel, Anda berpikir bahwa akan terjadi hal buruk dengan hal itu. Maka berlatihlah menggunakan alas kaki high heel hingga Anda merasa tidak memiliki kendala dengan hal itu.
Dan jangan lupa pikirkan juga apa yang akan Anda lakukan jika ternyata di depan orang banyak Anda terjatuh karena alas kaki itu. Misalkan melemparkan joke pada pendengar, tersenyum dan meminta maaf, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar