Minggu, 27 Juli 2014

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar



Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, rabb semesta alam. Shalawat dan salam terlimpah dan tercurah kepada manusia pilihan, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Lailatul Qadar adalah malam yang agung. Malam penuh kemuliaan. Ibadah di dalamnya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan. Siapa yang mendapatkan kemuliaannya sungguh ia manusia beruntung dan dirahmati. Sebaliknya, siapa yang luput dari kebaikan di dalamnya, sungguh ia termasuk manusia buntung dan merugi.
Kemuliaan Lailatul Qadar yang penuh keberkahan dapat dilihat dari pilihan Allah terhadapnya untuk menurunkan kitab terbaik-Nya dan syariat agama-Nya yang paling mulia. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadar: 1-5)
Sesungguhnya Lailatul Qadar tidak seperti malam-malam selainnya. Pahala amal shalih di dalamnya sangat besar. Maka siapa yang diharamkan mendapatkan pahalanya, sungguh  ia tidak mendapatkan kebaikan malam itu. Oleh karenanya, sudah sewajarnya seorang muslim menghidupkan malam tersebut dengan bersungguh-sungguh melakukan ibadah dan ketaatan kepada Allah secara maksimal. Dan menghidupkannya harus didasarkan kepada iman dan berharap pahala kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Disebutkan dalam hadits shahih:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam redaksi lain,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di Lailatul Qadar imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah menjelaskan tentang waktu turunnya Lailatul Qadar tersebut. Beliau bersabda,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَان
"Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan." (Muttafaq 'alaih)
Lalu beliau menjelaskan lebih rinci lagi tentang waktunya dalam sabdanya,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
"Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir dari Ramadhan." (HR. Al-Bukhari)
Yaitu malam-malam ganjil dari bulan Ramadhan secara hakiki. Yakni malam 21, 23, 25, 27, dan 29. Lalu sebagian ulama merajihkan (menguatkan), Lailatul Qadar berpiindah-pindah dari dari satu malam ke malam ganjil lainnya pada setiap tahunnya. Lailatul Qadar tidak melulu pada satu malam tertentu pada setiap tahunnya.
Imam al-Nawawi rahimahullah berkata: "Ini adalah yang zahir dan terpilih karena bertentangan di antara hadits-hadits shahih dalam masalah itu. tidak ada jalan untuk menjama' (mengompromikan) di antara dalil-dalil tersebut kecuali dengan intiqal (berpindah-pindah)-nya."
Syaikh Abu Malik Kamal dalam Shahih Fiqih Sunnah memberikan catatan terhadap pendapat-pendapat tentang Lailatul Qadar di atas, "Yang jelas, menurutku, Lailatul Qadar terdapat pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir dan berpindah-pindah di malam-malam tersebut. Ia tidak khusus hanya pada malam ke 27 saja. Adapun yang disebutkan oleh Ubay, Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 27, ini terjadi dalam suatu tahun dan bukan berarti terjadi pada semua tahun. Buktinya, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah mendapatinya pada malam ke 21, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abu Sa'id Radhiyallahu 'Anhu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkhutbah kepada mereka seraya mengatakan:
إِنِّي أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَإِنِّي نَسِيتُهَا أَوْ أُنْسِيتُهَا فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ كُلِّ وِتْرٍ وَإِنِّي أُرِيتُ أَنِّي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ
"Sungguh aku telah diperlihatkan Lailatul Qadar, kemudian terlupakan olehku. Oleh sebab itu, carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir pada setiap malam ganjilnya. Pada saat itu aku merasa bersujud di air dan lumpur."
Abu Sa'id berkata: "Hujan turun pada malam ke 21, hingga air mengalir menerpa tempat shalat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Seusai shalat aku melihat wajah beliau basah terkena lumpur. (HR. Al- Bukhari dan Muslim)
Demikian kumpulan hadits yang menyinggung tentang masalah Lailatul Qadar. Wallahu A'lam." (Selesai ulasan dari Shahih Fiqih Sunnah: III/202-203)
Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam Ithaf al-Kiram (Ta'liq atas Bulughul Maram) hal 197, mengatakan, "Pendapat yang paling rajih dan paling kuat dalilnya adalah ia berada pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir. Ia bisa berpindah-pindah, terkadang di malam ke 21, terkadang pada malam ke 23, terkadang pada malam ke 25, terkadang pada malam ke 27, dan terkadang pada malam ke 29. Adapun penetapan terhadap beberapa malam secara pasti, sebagaimana yang terdapat dalam hadits ini (hadits Mu'awiyah bin Abi Sufyan), ia di malam ke 27, dan sebagaimana dalam beberapa hadits lain, ia berada di malam 21 dan 23, maka itu pada tahun tertentu, tidak pada setiap tahun. Tetapi perkiraan orang yang meyakininya itu berlaku selamanya, maka itu pendapat mereka sesuai dengan perkiraan mereka. Dan terjadi perbedaan pendapat yang banyak dalam penetapannya."

Tanda-tanda Lailatul Qadar
Disebutkan juga oleh Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah bahwa Lailatul Qadar memiliki beberapa tanda-tanda yang mengiringinya dan tanda-tanda yang datang kemudian.
Tanda-tanda yang megiringi Lailatul Qadar:
1.    Kuatnya cahaya dan sinar pada malam itu, tanda ini ketika hadir tidak dirasakan kecuali oleh orang yang berada di daratan dan jauh dari cahaya.
2.    Thama'ninah (tenang), maksudnya ketenangan hati dan lapangnya dada seorang mukmin. Dia mendapatkan ketenanangan dan ketentraman serta lega dada pada malam itu lebih banyak dari yang didapatkannya pada malam-malam selainnya.
3.    Angin bertiup tenang, maksudnya tidak bertiup kencang dan gemuruh, bahkan udara pada malam itu terasa sejuk.
4.    Terkadang manusia bisa bermimpi melihat Allah pada malam itu sebagaimana yang dialami sebagian sahabat radliyallah 'anhum.
5.    Orang yang shalat mendapatkan kenikmatan yang lebih dalam shalatnya dibandingkan malam-malam selainnya.
Tanda-tanda yang mengikutinya:
Matahari akan terbit pada pagi harinya tidak membuat silau, sinarnya bersih tidak seperti hari-hari biasa. Hal itu ditunjukkan oleh hadits Ubai bin Ka'b radliyallah 'anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengabarkan kepada kami: "Matahari terbit pada hari itu tidak membuat silau." (HR. Muslim)   
       
Penutup
Siapa yang merindukan Lailatul Qadar hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam sisa hari Ramadhan ini, khususnya di sepuluh hari terakhirnya. Semoga satu dari sepuluh malam terakhir yang kita hidupkan tersebut adalah Lailatul Qadar. Sehingga kita mendapatkan pahala dan ganjaran yang besar. Selain itu, esungguhan ini adalah bentuk iqtida' (mengikuti dan mencontoh) Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. kita juga memperbanyak doa dan pengharapan kepada-Nya untuk kebaikan diri kita, keluarga, dan kaum muslimin secara keseluruhan. Amiin!

10 Tips Rumah Tangga Harmonis



Membangun rumah tangga yang harmonis adalah impian setiap orang.  Namun, mewujudkan kondisi dalam keluarga yang kondusif untuk bekerja dan berkarya tidaklah semudah yang dibayangkan.  Diperlukan rasa saling pengertian, toleransi, dan tentu saja rasa saling menyayangi antara anggota keluarga, khususnya bagi yang memegang peran sebagai orang tua.

Ada berbagai hal yang bisa anda lakukan untuk menciptakan kondisi harmonis yang membuat anda merasa betah tinggal di rumah berlama-lama.  Langsung saja, berikut tipsnya:


10.  Saling mendengarkan

Cobalah meluangkan waktu untuk berbincang-bincang secara empat mata dengan setiap anggota keluarga anda, terutama pasangan/  Saat berbincang-bincang, gunakanlah momen ini tidak hanya untuk mengungkapkan berbagai masalah yang anda hadapi, namun juga manfaatkan untuk mendengarkan berbagai keluhan dari pasangan.

Akan lebih baik lagi jika keluhan tersebut bisa langsung anda tanggapi dan anda carikan jalan keluarnya.  Namun demikian, walaupun solusi atas keluhan yang diungkapkan tadi belum terlaksana, setidaknya anggota keluarga anda akan merasa diperhatikan karena ada sosok yang bisa diajak untuk berbagi.


9.  Bersyukur

Kunci dari hidup yang tenang adalah rasa syukur dan puas terhadap hal-hal yang kita miliki saat ini, termasuk keluarga.  Hidup yang tenang akan membawa kita ke rumah tangga yang harmonis.  Oleh karena itu, tunjukkanlah rasa syukur dan bahagia terhadap keluarga yang saat ini anda miliki.  Buatlah mereka merasa sebagai orang yang berharga dalam hidup anda.

Rasa syukur ini bisa diwujudkan dalam bentuk ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing, beramal kepada yang membutuhkan, atau dengan menunjukkan pada keluarga bahwa anda bahagia bersama mereka.  Syukur adalah salah satu kunci penting untuk membina rumah tangga yang harmonis.


8.  Pembagian tugas

Keharmonisan hanya bisa tercapai apabila ada keseimbangan, termasuk dalam hal pembagian tugas dalam rumah tangga.  Oleh karena itu, bicarakanlah baik-baik dengan pasangan anda tentang tugas-tugas harian yang harus dikerjakan.  Sepakatilah siapa yang harus bertanggung jawab untuk tugas tertentu, dan jangan ragu untuk meminta bantuan setiap kali anda mengalami kesulitan.

Pembagian tugas yang baik juga akan membuat pekerjaan sehari-hari lebih efisien dan cepat terselesaikan, akibatnya anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk bersantai dan bersenang-senang dengan keluarga.  Oleh karena itu, jangan ragu untuk melakukan pembagian tugas dalam rumah tangga.


7.  Memahami peran masing-masing

Satu lagi poin penting untuk membangun keluarga yang bahagia.  Anda harus benar-benar mengetahui tugas, hak, dan kewajiban anda dalam rumah tangga.  Sadarilah posisi anda, dan cobalah untuk memenuhi kewajiban anda sebelum menuntut hak dari anggota keluarga yang lain.  Dengan menyadari posisi dan peran masing-masing, pertengkaran dan konflik rumah tangga akan bisa diminimalisir.

Walaupun demikian, jangan ragu untuk "melangkah keluar" dari posisi kita jika melihat pasangan anda kewalahan melaksanakan kewajibannya.  Jangan merasa gengsi untuk membantunya, dan tunjukkan padanya bahwa anda melakukan hal tersebut karena mencintainya dengan tulus.


6.  Prioritaskan keluarga

Jika anda sudah berumah tangga, maka hal ini berarti bahwa anda berkomitmen untuk mengutamakan kepentingan keluarga di atas ambisi pribadi.  Ingat, membina keluarga bukanlah suatu hal yang main-main, dan jika anda sudah membangun rumah tangga, maka kewajiban andalah untuk membuatnya menjadi sebuah rumah tangga nan harmonis.

Jangan mudah melanggar janji yang sudah anda ucapkan untuk anggota keluarga hanya karena kepentingan pribadi atau pekerjaan.  Ingat, anda juga harus mempertimbangkan bahwa apapun yang anda lakukan, pekerjaan yang anda kerjakan, semuanya bertujuan untuk membuat hidup keluarga anda lebih baik.


5.  Luangkan waktu khusus untuk keluarga

Waktu luang untuk rekreasi dan bercengkerama dengan anggota keluarga sangat penting, apalagi jika anda termasuk orang yang sibuk bekerja.  Sediakan setidaknya satu hari dalam sebulan untuk bersenang-senang dan melakukan rekreasi bersama keluarga.  Hal ini bisa memperkuat rasa kebersamaan sekaligus membuat hubungan dalam rumah tangga menjadi lebih harmonis.

Jika perlu, jangan ragu untuk mengambil cuti untuk mendapatkan quality time bersama keluarga.  Manfaatkanlah waktu-waktu tersebut untuk membuat hubungan anda dengan pasangan menjadi lebih romantis, atau untuk lebih memahami anak-anak anda.


4.  Menyesuaikan diri dengan pasangan

Walaupun sudah lama hidup bersama dan membangun keluarga, tindakan untuk menyesuaikan diri dengan pasangan adalah hal yang harus terus dijaga.  Cobalah untuk melakukan hal-hal yang disukai pasangan dan menghindari hal-hal yang tidak disukainya.  Jika anda melakukan hal ini dengan tulus, maka pasangan pun akan berusaha melakukan hal yang sama.

Sikap saling memahami dan mengerti adalah syarat mutlak dalam persiapan mental sebelum menikah.  Jika anda dan pasangan serta anggota keluarga lain mampu melakukan hal ini dengan baik, maka pertengkaran dan percekcokan dalam rumah tangga akan bisa dihindari dengan baik.


3. Jujur dan saling percaya  

Sepintas mudah, namun tidak semudah yang dibayangkan untuk menjalankannya.  Kepercayaan adalah kunci dalam rumah tangga harmonis, dan kunci dari kepercayaan adalah kejujuran.  Oleh karena itu, biasakanlah untuk bersikap terbuka dan tidak menutup-nutupi sesuatu dari pasangan anda.  Cobalah untuk mengkomunikasikan semua problem, masalah, atau hal-hal yang mengganjal di hati.

Jika anda terbiasa bersikap jujur, maka rasa percaya akan tumbuh dengan sendirinya dari pasangan.  Tak ada lagi kecurigaan, prasangka buruk, maupun kecemburuan yang bisa memicu pertengkaran.  Yang ada hanyalah sikap terbuka, saling percaya, saling mendukung, dan saling cinta.


2.  Buat rencana yang terstruktur rapi

Seperti yang sudah dibicarakan di atas, membangun rumah tangga bukanlah suatu hal main-main.  Anda memerlukan rencana yang tersusun rapi untuk menciptakan rumah tangga yang harmonis.  Diperlukan target-target tertentu dan juga rencana cadangan untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak terduga.  Yang jelas, akan lebih baik jika anda memiliki program rumah tangga yang tertarget.

Untuk membangun rencana, diperlukan juga partisipasi dari pasangan anda.  Cobalah untuk meminta pendapat, usul, dan masukannya.  Pikirkan pula berbagai program jangka panjang yang mungkin berguna, misalkan asuransi dan investasi.


1.  Hormati komitmen yang sudah anda bangun bersama pasangan

Ingat, niat anda saat membangun rumah tangga adalah untuk mendapatkan kehidupan yang bahagia, baik di dunia maupun akhirat.  Yang dimaksud kebahagiaan ini tidak hanya kebahagiaan anda pribadi, namun juga kebahagiaan pasangan dan anggota keluarga lainnya.  Jadikanlah komitmen ini sebagai sumber motivasi sekaligus tujuan utama dari setiap aktivitas yang anda lakukan saat ini.

Jadikanlah pula komitmen ini sebagai pengingat setiap kali anda merasa sedih, patah semangat, atau merasa mulai melenceng dari tujuan.  Ingatlah wajah-wajah istri, suami, atau anak-anak anda.  Komitmen ini bisa menjadi energi positif yang mendukung karir sekaligus membuat anda menjadi pribadi yang lebih baik.

Laki-laki Menangis



karena tanggung jawabnya di hadapan Allah kelak.
Ia menjadi tonggak penyangga rumah tangga.
Menjadi pengawal bagi ibu, saudara perempuan, istri dan anak-anaknya.

Tak dapat kau lihat tangisnya di bening bola matanya?
Tangis laki-laki adalah...
pada keringat yang bercucuran demi menafkahi keluarganya.

Tak bisa kau simak tangisnya pada keluh kesah di lisannya?
Laki-laki menangis,…
dalam letih dan lelahnya menjaga keluarga dari kelaparan dan 'tega'nya dunia.

Tak dapat kau dengar tangisnya pada omelan-omelan di bibirnya?
Laki-laki menangis,…
pada tegak dan teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari, deras hujan dan dinginnya angin malam.

Namun tidak ada tangisnya pada peristiwa-peristiwa kecil dan sepele.
Laki-laki menangis,…
dalam kemarahannya, jika kehormatan diri dan keluarganya diganggu, digugat….

Laki-laki menangis,…
dalam sigap bangunnya; sholat malam di kegelapan dini hari.

Laki-laki menangis,…
lewat cucuran peluhnya dalam menjemput rezeki.

Laki-laki menangis,…
dengan tenaga dan darahnya menjadi garda bagi agamanya.

Dan juga, …
Laki-laki pun sungguh-sungguh menangis dengan air matanya di kesendiriannya…
menyadari tanggung jawabnya yang besar di hadapan Allah.

Pandanglah Ayah! Pandanglah Suami!
Disaat air matanya berderai-derai...
itu tanda bahwa dia sesungguhnya telah lelah berpikir…
Akalnya sedang tak mampu diajak kompromi.
Lalu terjadilah…
logikanya yang terkalahkan oleh rasa.
Tangisannya adalah kelegaannya bahwa...”saya masih ada untuknya”.

Sesungguhnya syurga ada di dalam keridhaan Allah terhadap pria yang telah berusaha menjadi Khalifah di keluarganya.

Keutamaan Anak Perempuan



Para orang tua biasanya lebih merasakan kegembiraan yang luar biasa bila melahirkan bayi laki-laki. Padahal semua pemberian baik anak laki-laki atau perempuan harus disyukuri. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW. bersabda, “Apabila seorang anak perempuan lahir, Allah SWT mengirimkan malaikat ke rumah itu. Mereka mendatangi rumah itu dan mendoakan keselamatan ke atas mereka.
Kemudian para malaikat melingkungi bayi perempuan yang baru lahir dengan sayapnya dan membelai kepalanya dengan tangan mereka seraya berkata bahwa ia adalah lemah. Barangsiapa yang memikul tanggung jawab untuk memeliharanya maka ia akan memperoleh rahmat Allah SWT selama ia masih hidup.”[Al-Mujan As-Shaghir li-Thabrani]
Anas bin Malik r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa memelihara dua anak perempuan hingga mencapai akil baligh, maka ia dan aku akan datang pada hari Kiamat seperti ini, beliau lalu mengumpulkan dua jarinya.[HR.Muslim]
Senada dengan hadist di atas ada sebuah hadist dari Aisyah r.a, Aisyah r.a berkata , “Seorang wanita datang kepadaku disertai dua anak perempuannya. Ia meminta shadaqah kepadaku, tetapi ia tidak menemukan sesuatu apapun pada diriku kecuali sebiji kurma. Maka aku berikan kurma itu. Ia menerimanya kemudian membaginya untuk kedua anak perempuannya, ibunya tidak mengambil bagian dari kurma itu. Kemudian ia pergi. Sementara itu Rasulullah SAW. mengunjungiku dan aku menceritakan peristiwa tersebut kepada beliau. Maka Rasulullah SAW.bersabda, “Orang yang memikul tanggung jawab untuk membesarkan anak perempuan dan memperlakukan mereka dengan baik, ia akan memperoleh perlindungan dari neraka jahannam. ”(Muttafaqunalaih)
Jadi buat para bunda yang punya bayi/anak perempuan selamat yaa…Jangan lupa kita jaga anak kita karena darinya kita akan meraih syurga dan aliran pahala bila kita sudah tiada. So jadikan ia mutiara yang tiada duanya di dunia ini. Buat kita para wanita ternyata kepala kita dulu pernah dibelai oleh para malaikat.